Kedungrejo, jurnalskejomega. com, 21 November 2025 — Siswa dan siswi kelas 3 SD Negeri Kedungrejo mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Inggris yang seru dan interaktif bertajuk English Mini Shopping. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan kosakata nama-nama makanan dalam bahasa Inggris serta konsep waktu makan sehari-hari seperti breakfast, lunch, dan dinner melalui permainan berkelompok dan simulasi berbelanja.
Kegiatan diawali dengan pembagian siswa ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok diminta mencari dan mengidentifikasi nama-nama makanan dalam bahasa Inggris dari lembar gambar yang disediakan. Setelah mengenal kosakata, siswa melakukan simulasi pembelian makanan menggunakan gambar memberi kesempatan berlatih percakapan sederhana, membaca, dan memilih barang sesuai kebutuhan.
Metode yang digunakan menekankan learning by doing yaitu siswa memotong dan menempel gambar, mencocokkan nama dengan gambar, serta mempraktikkan dialog singkat saat “membeli” dan “menjual” kepada teman. Guru membimbing secara aktif, memberikan koreksi pelafalan, dan memfasilitasi diskusi singkat tentang kapan kita biasanya mengonsumsi makanan tersebut (breakfast, lunch, dinner).
Rangkaian kegiatan kali ini bertujuan mengenal dan menghafal kosakata nama-nama makanan dalam bahasa Inggris, menggunakan kosakata tersebut dalam percakapan sederhana (bertanya dan menjawab saat berbelanja), memahami kategori waktu makan sehari-hari: breakfast, lunch, dan dinner. serta melatih keterampilan motorik halus melalui kegiatan memotong dan menempel gambar.
Selama proses pembelajaran, terpantau siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, proses kelompok mempermudah berbagi tugas dan diskusi. banyak siswa berhasil menyebutkan kosakata baru dan mampu mengaitkannya dengan waktu makan yang tepat, aktivitas praktek berbelanja memberikan konteks nyata sehingga kosakata lebih mudah diingat.
“Kegiatan English Mini Shopping ini efektif karena memadukan visual, praktek, dan interaksi antar teman. Anak-anak tidak hanya menghafal kata, tetapi juga berani mencoba berbicara dalam bahasa Inggris.” — tutur Asha Melinia, S.Pd guru bahasa Inggris sekaligus wali kelas 3.
0 Komentar