JOMBANG, jurnalskejomega.com, 27 Mei 2026 – Publikasi data resmi hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tahun 2026 oleh Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen menjadi momentum emas bagi pemetaan mutu sekolah. Di Kabupaten Jombang, data internal dari SDN Kedungrejo memperlihatkan potret capaian yang objektif dan transparan. Dari total 22 anak didik kelas 6 yang mengikuti ujian, mayoritas besar berhasil mencatatkan nilai yang melampaui rerata nasional, meskipun evaluasi internal mencatat masih terdapat sebagian kecil siswa yang memerlukan pendampingan lebih lanjut.
Hasil ujian nasional berbasis data (evidence-based) yang mulai dapat diakses sejak 26 Mei 2026 pukul 13.00 WIB ini, memperlihatkan peta kompetensi makro yang cukup menantang. Kepala BKPDM Kemendikdasmen, Toni Toharudin, secara eksplisit menyatakan bahwa potret data capaian akademik ini sangat fundamental guna menyusun kebijakan pendidikan yang presisi.
Potret Komparasi Data Makro TKA Nasional 2026
Berdasarkan laporan BKPDM, capaian numerasi dan literasi di tingkat nasional masih menjadi pekerjaan rumah bersama bagi dunia pendidikan Indonesia, sebagaimana tercermin dalam rata-rata nilai berikut:
Hasil TKA Jenjang SD/MI Sederajat (Nasional):
- Bahasa Indonesia (Literasi): Nilai Rerata Nasional: 69,14 | Siswa peraih nilai 100: 4.509 anak.
- Matematika (Numerasi): Nilai Rerata Nasional: 43,41 | Siswa peraih nilai 100: 814 anak.
Analisis Capaian SDN Kedungrejo, Prestasi Tinggi dan Ruang Evaluasi
Di bawah asuhan Guru Kelas, Danang Sulistiono, S.Pd., kolektif 22 siswa kelas 6 SDN Kedungrejo secara umum menunjukkan performa yang cukup tangguh. Pada klaster puncak, siswa SDN Kedungrejo mendominasi dengan skor-skor tinggi yang terpaut jauh di atas rata-rata nasional. Adelia Faranisa Azni sukses menduduki peringkat pertama pada mapel Bahasa Indonesia dengan nilai 96.67, sementara Delisa Putri Djalilah memimpin mapel Matematika dengan nilai 83.33.
Kendati demikian, sejalan dengan prinsip keterbukaan informasi dan evaluasi berbasis data, manajemen sekolah juga mencatatkan potret menyeluruh. Di samping torehan prestasi gemilang jajaran peringkat teratas, terdapat sebagian kecil siswa dari total peserta yang memperoleh nilai di bawah rerata nasional, baik pada aspek literasi (Bahasa Indonesia) maupun numerasi (Matematika). Pihak sekolah menegaskan bahwa jumlah siswa pada kategori ini relatif sedikit dan akan menjadi prioritas program intervensi pengayaan ke depan.
Respons Kepala Sekolah dan Rencana Tindak Lanjut
Menanggapi hasil evaluasi yang komprehensif tersebut, Kepala SDN Kedungrejo, Santi Ulfayatie, S.Pd. SD., menyampaikan pandangan yang bijak dan berorientasi pada peningkatan mutu yang merata.
"Pendidikan yang inklusif dan jujur menuntut kita melihat data secara utuh. Kami sangat bangga karena mayoritas dari 22 anak didik kami berhasil melampaui rerata nasional dengan angka yang sangat memuaskan, berkat bimbingan intensif dari guru kelas. Mengenai adanya beberapa siswa yang nilainya masih di bawah rerata nasional, baik literasi maupun numerasi, hal ini justru menjadi instrumen evaluasi yang sangat berharga bagi kami untuk merancang program bimbingan belajar personal atau remedial yang lebih terfokus ke depannya," ungkap Santi Ulfayatie, S.Pd. SD., Kepala SDN Kedungrejo.
Dengan adanya potret data yang seimbang ini, SDN Kedungrejo membuktikan komitmennya dalam menjalankan amanat Kemendikdasmen untuk mewujudkan tata kelola pendidikan berbasis bukti yang tidak hanya merayakan prestasi puncak, tetapi juga merangkul dan terus mendorong pemenuhan standar kompetensi minimum bagi seluruh siswa tanpa terkecuali. (Redaksi)
0 Komentar